Dataranrendah memiliki tanah yang cenderung subur, suhu yang tidak terlalu dingin maupun panas, dan juga kelembapan udara yang tidak terlalu tinggi maupun rendah. Kondisi tersebut membuat dataran rendah cocok menjadi tempat pertanian.
Kondisialam dan iklim sangat memengaruhi kehidupan penduduk. Keadaan geografis tersebut di dataran rendah dan dataran tinggi cukup memengaruhi berbagai sisi seperti mata pencaharian, pola makan, sampai ke tata pakaian. Termasuk, jenis masalah lingkungan yang dihadapinya pun berlainan.
Perubahaniklim terjadi di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Perubahan iklim tersebut menyebabkan kemarau panjang hingga hujan yang tidak menentu. Peristiwa alam tersebut berdampak pada keadaan alam daerah tertentu. Misalnya, di daerah dataran tinggi, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tanah terkikis dan rapuh.
Parapetani di daerah dataran tinggi biasanya menanam jenis tanaman yang tahan dengan suhu dingin, contohnya saja seperti kopi, apel, teh, sayur mayur, dan berbagai jenis bumbu. Untuk petani di daerah dataran rendah justru memilih untuk menanam tanaman yang tahan terhadap suhu panas, seperti padi, jagung, kelapa, pisang, singkong, dan lain-lain.
Seladadapat tumbuh di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi (pegunungan). Pada daerah pegunungan, daun dapat membentuk krop yang besar sedangkan didataran rendah daun dapat membentuk krop yang kecil, tetapi cepat berbunga. Syarat penting agar selada dapat tumbuh dengan baik yaitu memiliki derajat keasaman tanah pH 5-6.5 ( Sunarjono, 2014).
kI1x3.
di daerah dataran tinggi penduduknya mengolah tanah dengan menanami